Majalah Happymama – Lebaran merupakan hari kemenangan setelah Anda menjalani ibadah puasa kurang lebih selama sebulan. Pada hari tersebut, biasanya setiap keluarga menyajikan menu khas Lebaran, seperti opor ayam, rendang daging, semur daging, sayur labu siam, sambal goreng ati, dan masakan lezat lainnya. Hal ini tentu menggugah selera makan Mama, rasanya ingin makan semuanya. Tapi ingat, berat badan. Mama tetap harus jaga berat badan agar tetap ideal setelah lebaran kan?

Kenapa berat badan naik setelah Lebaran?

Memang agak sulit untuk menahan diri untuk tidak makan banyak di hari Lebaran. Banyak sekali menu-menu khas Lebaran, dari kue, sampai dengan makanan berat dan minuman yang beragam. Hal tersebut membuat kita gatal dan mencicipi semua makanan yang ada tanpa sadar jika kita telah mengkonsumsi bergitu banyak makanan.

Setelah Lebaran, maka hari libur yang panjang membuat Mama dan keluarga cenderung untuk bermalas-malasan dirumah. Kurangannya aktifitas ditambah dengan asupan makanan yang tinggi tanpa kita sadari membuat berat badan kita sering bertambah setelah Lebaran.

Tips menjaga berat badan agar tidak naik setelah Lebaran

Untuk tetap menjaga berat badan agar tidak naik setelah Lebaran, kuncinya adalah kalori yang masuk ke tubuh sama dengan kalori yang dikeluarkan. Mama mungkin bisa mengikuti tips berikut ini untuk mencegah berat badan naik setelah Lebaran.

1. Kenali rasa kenyang Anda, makan secukupnya

“Berhenti makan sebelum Kenyang” mungkin pepata ini yang paling penting untuk diingat saat Lebaran. Jangan membuat diri anda terlalu penuh akan makanan, ini akan membuat mama menjadi malas untuk bergerak. Sebaiknya, makan dengan kesadaran penuh dan tanpa gangguan agar Mama dapat merasakan makanan yang masuk ke dalam tubuh.

Penelitian menunjukkan bahwa orang yang makan sambil melakukan hal lain cenderung akan makan berlebihan. Karena mereka kurang mampu mengetahui kapan tubuh memberi sinyal kenyang. Sebaliknya, makan dengan perlahan dan tanpa gangguan dapat membantu Mama mengenali rasa kenyang lebih baik, sehingga Mama mengonsumsi kalori lebih sedikit.

Baca Juga :

2. Pola makan dijaga, termasuk frekuensi, porsi, dan jenis makanan

Walaupun sedang Lebaran, bukan berarti Mama dapat secara bebas untuk makan apa saja dan kapan saja. Sebaiknya tetap perhatikan frekuensi dan prosi makanan, jangan terlalu berlebihan. Mama juga dapat mengunakan piring kecil untuk membatasi porsi makanan mama.

Perhatikan juga jenis makanan yang Mama makan. Saat Lebaran, Mama cenderung lebih banyak mengonsumsi makanan berlemak dibandingkan makanan berserat. Sebaiknya, seimbangkan jenis makanan yang Anda makan. Jangan lupa untuk banyak makan sayur dan buah di hari Lebaran, karena serat yang terkandung di dalamnya dapat mencegah Anda dari kenaikan berat badan.

Tak hanya makanan berat, perhatikan juga makanan ringan dan minuman yang Mama konsumsi saat Lebaran. Kue-kue khas Lebaran yang manis dan sirup manis saat Lebaran tanpa Mama sadari dapat menyumbang kalori lebih ke tubuh Mama. Biasanya Mama tidak memerhatikan sudah berapa kue yang Anda makan dan sudah berapa gelas sirup yang Anda minum.

3. Tidur cukup, kontrol stres, dan tetap berolahraga walaupun libur setelah lebaran

Kurang tidur dapat menyebabkan kenaikan berat badan. Hal ini karena orang yang kurang tidur cenderung mengonsumsi lebih banyak kalori dan kurang aktivitas fisik. Sehingga, penting bagi Mama untuk tetap mendapatkan tidur yang cukup selama hari Lebaran dan libur Lebaran.

Kurang tidur juga dapat menyebabkan stres, yang kemudian juga mengakibatkan berat badan naik. Sebaiknya lakukan hal yang menyenangkan untuk menghindari stres saat hari libur.

Selain untuk mencegah stres, olahraga di hari libur Lebaran juga dilakukan untuk mengimbangi kalori yang masuk ke tubuh Mama sehingga berat badan lebih bisa terkontrol.

Komentar